Digital Marketing

Digital Marketing      Digital Marketing adalah Praktek marketing yang menggunakan saluran distribusi digital untuk mencapai konsumer dengan cara yang relevan, personal dan biaya yang efektif.
Digital Marketing pada dasarnya merupakan sesuatu yang berkaitan dengan ide-ide yang dituangkan dalam dunia digital, hal yang menjadi tolak ukur kesuksesannya adalah ketika produk-produk yang ditawarkannya itu apakah menjadi bahan pembicaraan oleh masyarakat.

Digital Marketing adalah cara marketing untuk sebuah brand atau produk menggunakan media digital. Yang termasuk Media Digital antara lain adalah: Televisi, Radio, Internet, Handphone, Social Media dan berbagai media digital lainnya, dimana teknik-teknik internet marketing termasuk dalam kategori digital marketing.

Berdasarkan cara deliverynya ada 2 (dua) jenis Digital Marketing, Yaitu Pull dan Push.

Pull Digital Marketing: melibatkan user/konsumer untuk mencari dan melihat konten secara langsung melalui situs/mesin pencari. Jadi User/Konsumer bersifat aktif mencari konten/informasi yang mereka butuhkan.
Contohnya adalah Website/Microsite, Blog dan streaming media (Youtube).

Keuntungannya adalah tidak ada batasan dari segi kontent/ukuran, karena konsumen yang menentukan apa yang mau mereka lihat.
• Tidak memerlukan teknologi untuk mengirimkan konten, hanya diperlukan teknologi untuk menampilkannya.
• Tidak ada regulasi menyangkut privasi yang terlibat

Kelemahan Pull Digital Marketing:
• Pasif, mengandalkan situs pencari
• Terbatasnya kemampuan untuk mengukur hasil – yg di dapat hanya  total downloads, page views, dll.
• Personalisasi terbatas, hanya mengandalkan lokasi IP, personalisasi lebih lanjut memerlukan user untuk memasukkan data-data pribadi.

Push Digital Marketing adalah Konten dikirimkan ke user/konsumen
Contohnya: Email Blast, Sms Blast, Rss.

Keuntungan Push Digital Marketing:
• Dapat di personalisasi, pesan yang dikirimkan dapat di sesuakain dengan kriteria konsumen, seperti di targetkan untuk laki-kali, usia di atas 30 tahun, tinggal di Jakarta. Karena untuk mengirimkan pesan data-data konsumen sudah tersedia.
• Traking dan reporting lebih detail
• Memungkinkan ROI (Return Of Investment) yang tinggi

Kelemahan Push Digital Marketing:
• Memerlukan mekanisme untuk mengirimkan pesan
• Pesan dapat di blok oleh user/konsumen
• Adanya isu privasi, dimana adanya konsumen yang tidak suka di kirimkan email/sms bersifat promosi.

Dalam praktek, pull dan push dapat digunakan bersamaan, sebagai contoh untuk memancing user untuk mengujungi suatu microsite dapat di gunakan email/sms.

Berbicara dengan marketing, budaya-budaya masyarakat sekitar dapat juga dimanfaatkan sebagai sesuatu yang potensial dalam bidang pemasaran, kemudain langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membentuk suatu branding. Hal tersbut nantinya akan dapat mempermudah dalam hal pemasaran karena mengingat kebanyakan perilaku manusia sangat dipengaruhi lingkungan sekitarnya.

 

FOG communication 2012
Internet Marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*